Kominfo Blokir Ratusan Aplikasi Pinjol Ilegal

Cara mudah mengecek pinjol ilegal

Maraknya praktik pinjaman online (pinjol) ilegal masih jadi atensi pemerintah. Pemerintah juga masih berusaha memberantas keberadaan platform pinjol ilegal. Departemen Komunikasi serta Informatika (Kominfo) baru-baru ini kembali menutup akses ratusan platform pinjol ilegal.
 
Aksi itu dilakukan setelah Satuan Tugas Waspada Investasi menemukan 151 financial technology (fintech) peer to peer lending serta 4 entitas lain yang tidak mempunyai izin. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Departemen Komunikasi serta Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan, selama ini Kominfo sudah berupaya memberantas eksistensi platform pinjol ilegal, mulai pemblokiran sampai penegakan hukum. 

Sejak tahun 2018, Kemenkominfo mengklaim sudah memutus akses terhadap 4.873 konten pinjol ilegal. Terdapat sebagian upaya yang dicoba pemerintah bersama lembaga terpaut yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi( SWI) buat memberantas pinjol ilegal. Mulai dari mengumumkan aplikasi yang dikira ilegal di warga, mengajukan blokir web ke Kominfo, sampai pemutusan akses.

SWI pula mengimbau perbankan buat menolak pembukaan rekening tanpa saran Otoritas Jasa Keuangan( OJK) serta melaksanakan konfirmasi ke OJK buat rekening existing yang diprediksi digunakan buat aktivitas pinjol ilegal.

Tidak hanya itu, Bank Indonesia juga dimohon untuk melarang sistem pembayaran fintech memfasilitasi pinjol ilegal. SWI juga tidak akan segan memproses secara hukum pinjol ilegal dengan memberi tahu data kepada Bareskrim Polri. 

Lebih dari itu, Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia( AFPI) dimohon untuk meningkatkan kedudukannya dalam menanggulangi fintech P2P ilegal. Pemerintah juga melaksanakan bimbingan kepada warga terkait risiko memakai aplikasi pinjol ilegal. 

"Hal yang menjadi kunci utama dan paling efektif untuk bisa memberantas fintech lending ilegal ialah dengan literasi kepada masyarakat agar pasar dari para pelaku fintech lending ilegal akan hilang dengan sendirinya”, jelas Samuel.

Modus operandi platform pinjol ilegal

Menurut Pimpinan SWI OJK, Tongam L. Tobing, aktivitas pinjaman online di warga makin gempar di tengah pandemi Covid- 19. Terdapat sebagian modus yang digunakan pelakon pinjol ilegal demi menarik pengguna.

Para penyedia layanan pinjol ilegal umumnya menargetkan warga yang terhimpit ekonomi, memerlukan uang demi mencukupi kebutuhan pokok atau pun konsumsi di masa pandemi. Bila pengguna telah tertarik, penyedia layanan pinjol ilegal umumnya menggunakan bunga yang besar serta jangka waktu pinjaman yang pendek.

"Mereka memberikan syarat mudah mendapatkan pinjaman, tetapi mereka selalu meminta izin untuk dapat mengakses semua data kontak di handphone pengguna aplikasi. Ini sangat berbahaya, karena data ini bisa disebarkan dan digunakan untuk alat mengintimidasi saat penagihan", jelas Tongam.

Dari sebagian permasalahan yang terjadi, "korban" pinjol ilegal sering membuka pinjaman ke banyak pinjol demi gali lubang-tutup lubang. Seperti yang terjadi di Semarang, dimana seorang guru honorer menanggung utang sebesar Rp206 juta di 40 pinjol ilegal.

Tidak sedikit pula jumlah tagihannya naik berulang kali lipat dari nominal yang diterima. Kasus seperti ini menimpa seorang pegawai Pemerintah Kabupaten Boyolali yang ditagih utang Rp 75 juta sehabis meminjam duit Rp 900.000 ke salah satu pinjol ilegal.

Cara mudah mengecek pinjol ilegal

Tongam memohon warga buat lebih berjaga- jaga memilah layanan pinjol. Saat sebelum memutuskan buat memakai jasa pinjol, alangkah lebih baik mengecek lebih dahulu apakah pinjol tersebut tercatat di OJK ataupun tidak.

Hingga saat ini, hanya terdapat 121 layanan pinjol yang legal serta terdaftar di OJK. Catatan aplikasi pinjol ilegal yang tercatat di OJK dapat dilihat di tautan berikut: aplikasi pinjaman online ilegal

Anda juga dapat mengecek pinjol ilegal melalui WhatsApp resmi OJK. Caranya, simpan no berikut: 081-157-157-157 ke kontak WhatsApp, setelah itu ketik nama pinjol yang mau dicek legalitasnya.

Nantinya, bot akan memberikan jawaban apakah pinjol tersebut terdaftar di OJK atau tidak. Tidak hanya itu, pengecekan aplikasi pinjol ilegal juga dapat dilakukan melalui sambungan telepon ke kontak resmi OJK di no 157 atau pun e-mail ke alamat waspadainvestasi@ojk.go.id

Post a Comment

0 Comments