Laris Manis! Eks Pegawai KPK ini Banting Stir jadi Penjual Nasi Goreng

Eks Pegawai KPK ini Banting Stir jadi Penjual Nasi Goreng

Mantan Fungsional Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Juliandi Tigor Simanjuntak sementara ini harus banting stir berjualan nasi goreng untuk menghidupi keluarganya.

Tigor adalah 1 dari 57 orang pegawai KPK yang diberhentikan dengan hormat dengan dalih tidak memenuhi syarat asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pada 30 September 2021. Dedikasinya selama belasan tahun di lembaga antirasuah itu akhirnya harus terhenti, hanya dengan menjalani tes selama dua hari.

Hal ini diungkap oleh akun Twitter @paijodirajo milik mantan pegawai KPK, Aulia Postiera.

"Juliandi Tigor Simanjuntak nama lengkapnya, mantan Fungsional Biro Hukum KPK. Aktivis gereja yg rendah hati. Sesuai namanya, dia lelaki yang tegar dan penuh semangat," tulis Aulia dikutip entarAja pada Senin, 11 Oktober 2021.

Lewat utas yang dibuatnya, Aulia juga berseloroh nasi goreng buatan Tigor lebih lezat dibandingkan nasi goreng yang pernah dibuat oleh Ketua KPK Firli Bahuri.

Sebagai informasi, Firli pernah menunjukkan kemampuannya memasak saat dirinya baru dilantik. Dia saat itu mendemonstrasikan cara membuat nasi goreng ala Chef Firli di hadapan awak media dan pegawai komisi antirasuah.

"O iya, nasgor ala Bang Tigor tentunya jelas lebih lezat dan profesional jika dibandingkan dengan nasgor abal-abal yg cuma modal pencitraan ini. Sukses dan semangat terus, Bang Tigor," kata Aulia.

Tak hanya itu, dia juga mendoakan agar nasi goreng jualan Tigor laris manis. Di akhir utasnya, Aulia sempat kembali berseloroh agar Tigor berduel masak dengan Firli Bahuri.

O iya, nasgor ala Bang Tigor tentunya jelas lebih lezat dan profesional jika dibandingkan dengan nasgor abal-abal yg cuma modal pencitraan ini. Sukses dan semangat terus, Bang Tigor!

Diberitakan sebelumnya, KPK secara resmi memberhentikan dengan hormat 58 pegawainya per 30 September lalu. Mereka diberhentikan karena tak bisa menjadi ASN sesuai mandat UU KPK Nomor 19 Tahun 2019.

Para pegawai tersebut di antaranya penyidik senior KPK Novel Baswedan dan Ambarita Damanik, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, penyelidik KPK Harun Al-Rasyid, serta puluhan nama lainnya.

Selain itu, ada juga penyidik muda Lakso Anindito yang gagal setelah ikut tes susulan karena baru selesai bertugas. KPK berdalih mereka tak bisa jadi ASN bukan karena aturan perundangan seperti Perkom KPK Nomor 1 Tahun 2021 melainkan karena hasil asesmen mereka dalam TWK.

Post a Comment

0 Comments